Bismillah ….
Sahabat yang dimuliakan Allah
Berhati-hatilah pada najis, karena najis bisa
menjadikan kita disiksa di dalam kubur. Berikut ini adalah hadis yang yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang mayat yang disiksa karena najis
(kencing) dan orang yang suka menfitnah.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: مَرَّ رُسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: اِنَّهُمَا لَيُعَذَّباَنِ وَمَا يُعَذَّباَنِ فِى كَبِيْرٍ: اَمَّا هذَا فَكَانَ لاَيَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ, وَ اَمَّا هذَا فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيْمَةِ. ثُمَّ دَعَا بِعَسِيْبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاِثْنَيْنِ , فَغَرَسَ عَلَى هذَا وَاحِدًا وَ عَلَى هَذَا وَاحِداً, ثُمَّ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا (رواه البخارى(
“Dari Ibni Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallama melewati dua kuburan, maka beliau bersabda:
Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa dalam perkara
yang besar: Adapun yang ini maka ia tidak menjaga diri dari kencingnya,
sedangkan yang ini maka ia berjalan dengan memfitnah. Kemudian beliau meminta
pelepah daun kurma yang masih basah lalu beliau membelahnya menjadi dua.
Kemudian beliau menanam sebagaian pada kuburan yang satu, dan yang sebagian
pada kuburan yang lain, seraya beliau bersabda: Mudah-mudahan mereka berdua
diringankan siksanya selama ia belum kering.” (H.R. Bukhari)
Di hadis lainnya disebutkan:
اسْتَنْزِهُوْا مِنَ البَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ
عَذَابِ اْلقَبْرِ مِنْهُ
وَلِلْحَاكِمِ أَكْثَرُ عَذَابِ اْلقَبْرِ
مِنَ اْلبَوْلِ
Bersihkanlah
diri dari kencing karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas air itu
(HR Ad
daruqutni-Sohih)
Semoga hadis di atas membuat kita untuk berhati-hati dengan najis baik
air seni (air kencing) atau najis najis lainnya.
No comments:
Post a Comment