4 Tipe Manusia Menurut Imam Al-Ghozali
Syeikh Imam al Ghazali atau bernama lengkap
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafii menggolongkan manusia menjadi empat (4):
Pertama
رَجُلٌ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ
Artinya: (Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu).
Orang
ini adalah orang yang alim alias berilmu dan manusia yang paling baik. ia
menggunakan ilmunya dan Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar
bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan orang lain bahkan bagi seluruh umat
manusia. Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia yang sukses dunia dan
akhirat,” ujarnya. Seperti para Nabi, rasul, dan orang-orang selain mereka yang
mendalami Islam dengan baik serta mengamalkannya.
Kedua
رَجُلٌ يَدْرِيْ وَلاَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ
Artinya: (Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia
Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).
Orang in bagaikan orang yang sedang tidur. Sikap kita kepadanya adalah dengan membangunkannya. Manusia yang
memiliki ilmu dan kebaikan yang seimbang, tapi dia belum menyadari kalau dirinya seperti itu. Manusia seperti ini hakikatnya memiliki
potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena
keberadaan dia seakan-akan tidak berguna, selama dia belum sadar. Dan manusia ini akan sukses di dunia tapi
rugi di akhirat.
Ketiga
رَجُلٌ لاَ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ لاَيَدْرِيْ
Artinya: (Seseorang yang tidak tahu (tidak atau
belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu).
Manusia
ini masih tergolong baik. Karena ia menyadari kekurangannnya. Ia bisa
mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya.
Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar. Dan dengan belajar bisa berilmu. Manusia seperti ini sengsara
di dunia tapi bahagia di akhirat.
Keempat,
رَجُلٌ لاَ يَدْرِيْ وَلاَيَدْرِيْ أَنَّهُ لاَيَدْرِيْ
Artinya: (Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu),
dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).
Manusia
seperti ini
adalah yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa
mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak
tahu apa-apa. Repotnya lagi manusia jenis seperti
ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu
atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari
kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di
akhirat.
No comments:
Post a Comment