Kondisi Ruh Setelah Mati
Allah SWT berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ
عَنْ الرُّوحِ قُلْ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ الْعِلْمِ
إِلَّا قَلِيلًا
“Dan
mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah wahai Muhammad, “Roh itu
termasuk urusan Tuhanku. Kalian tidak diberikan pengetahuan tentang hal itu
kecuali sedikit.” (QS al-Isra:85)
Berikut ini adalah beberapa kondisi ruh setelah
terpisah dari jasad:
Pertama, Orang yang telah meninggal mengetahui orang yang menziarahinya. Nabi
SAW bersabda:
ما من أحد
يمربقبر أخيه المؤمن كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا عَرَفَهُ ورد عليه السلام
“Tidak seorang pun melewati kuburan saudaranya yang
mukmin yang dia kenal selama hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu
mengucapkan salam untuknya, kecuali dia mengetahuinya dan menjawab salamnya
itu.” (Hadis Shahih riwayat Ibnu Abdul Bar dari Ibnu Abbas di dalam kitab
Al-Istidzkar dan At-Tamhid).
Kedua, Orang yang telah meninggal dunia saling
kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya. Nabi Saw bersabda:
سألت أم هانئ
رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالت: أنتزاور إذا متنا ويرى بعضنا بعض يا رسول
الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يكون النَسَمُ طيرا تعلق بالشجر حتي إذا
كان يوم القيامة دخلت كل نفس فى جسدها
“Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah
kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu
dengan yang lainnya wahai Rarulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab, “Ruh akan
menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai
jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya
masing-masing.” (HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik).
Ketiga, Orang yang telah meninggal dunia merasa senang
kepada orang yang menziarahinya, dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya. Nabi SAW bersabda:
ما من رجل
يزور قبر أخيه ويجلس عليه إلا استأنس ورد عليه حتي يقوم
“Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya
dan duduk kepadanya (untuk mendoakannya) kecuali dia merasa bahagia dan
menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu.” (HR. Ibnu Abu Dunya
dari Aisyah dalam kitab Al-Qubûr).
Keempat, Orang yang telah meninggal dunia mengetahui
keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup, bahkan mereka merasakan sedih
atas perbuatan dosa orang yang masih hidup dari kalangan keluarganya dan merasa
gembira atas amal shaleh mereka. Nabi SAW bersabda:
إن أعمالكم
تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا، وإن كان غير ذلك
قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا
“Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada
karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan
kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada
itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau
memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada
kami.” (HR. Ahmad dalam musnadnya).
Kelima, ruh bisa bertemu dengan orang lain melalui
mimpi
Diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,
beliau menjelaskan tafsir ayat tersebut,
إِنَّ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ تَلْتَقِي
فِي الْمَنَامِ فَتَتَعَارَفُ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْهَا، فَإِذَا أَرَادَ
جَمِيعُهَا الرُّجُوعَ إِلَى الْأَجْسَادِ أَمْسَكَ اللَّهُ أَرْوَاحَ
الْأَمْوَاتِ عِنْدَهُ، وَأَرْسَلَ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ إِلَى أَجْسَادِهَا
Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi.
Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak
kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan
Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya. (Tafsir At-Thabari
21/298, Al-Qurthubi 15/260, An-Nasafi 4/56, Zadul Masir Ibnul Jauzi 4/20, dan
beberapa tafsir lainnya).
Dari dalil-dalil tadi juga bisa di simpulkan, bahwa tempat para arwah
berbeda-beda dan bertingkat-tingkat derajatnya sesuai amal shaleh mereka. Wallu
A’lam.
No comments:
Post a Comment