Tuesday, July 25, 2017

Hadis Untuk Anak Kita

Saudaraku yang dimuliakan Allah. Dari pada anak-anak kita menghafalkan lagu-lagu yang tidak menyebabkanny masuk surga dan berbakti kepada kedua orang tua. Yuk ajarkan anak-anak kita menghafal hadis anak pilihan berikut ini. Salam hormat dari saya (Pak Sufi Guru Agama)
 
Hafalan Hadis-Hadis Pilihan
1.    Larangan Marah

لاَ تَغْضَبْ وَ لَكَ اْلجَنَّةُ
Laa tagdob walakal jannah
Artinya: Jangan marah, maka bagimu surga (HR. Tabrani)

2.    Anjuran minum dengan cara duduk

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا
Laa yasyrobanna ahadukum qooiman
Artinya: Janganlah dari kamu minum sambil berdiri (HR Muslim)

3.    Gosok gigi
اَلسِّوَاكُ مُطَهِّرَةٌ لِلْفَمِّ مُرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
Assiwaku mutahhiratun lilfammi murdaatun lirrobi
Artinya: Gosok gigi itu pembersih mulut dan dicintai Allah (HR. Nasa’i)

4.    Menjaga lisan (mulut)
فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ
Falyaqul khairan au liyasmut
Artinya : Hendaklah berkata baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim)

5.    Letak Cinta Allah
رِضَى اللهِ فِى رِضَى اْلوَالِدَيْنِ
Ridallahi fi ridalwaalidaini
Artinya: Rida (Cinta) Allah berada di cinta kedua orang tua (HR. Tirmizi))

6.    Kunci Surga
مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ الصَّلاَةُ
Miftahul jannah as salah
Artinya: Kunci surga adalah salat  (HR Ahmad)

7.    Berkata Jujur
علَيْكُمْ باِلصِّدْقِ

‘Alaikum bis sidqi
Artinya: Hendaknya kalian berkata jujur (HR Muslim)

8.    Letak Surga

الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدامِ الأُمَّهَاتِ
Aljannatu tahta aqdamil ummahat

Artinya: Surga di bawah telapak kaki ibu (HR. Ahmad, an-Nasaai, Ibn Maajah dan al-Hakim)

9.    Anjuran berlaku baik

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
La darara wala dirara
Artinya: “Tidak boleh mencelakakan diri sendiri dan orang lain“(HR. Ibnu Majah, Daruqutni, dan Imam Malik)


10.  Senyum
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Tabassumuka fi wajhi akhira sadaqah
Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah(HR Tirmizi)


Dalil Naqli Kematian

Dalil Naqli Kematian
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kamu akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian pasti akan mendapati kamu, walaupun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh.” (An-Nisa`: 78)


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (Ar-Rahman: 26)

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ

Perbanyaklah  mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan(kematian). (HR. At-Tirmidzi)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati,” sudah mencukupi bagi orang yang mendengar dan melihat.

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ
Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)


فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)